TAMENG SEGARA GIRI adalah nama lambang paguyuban Penghayat Kepercayaan (Kejawen) Satya Bumiputra yang berbentuk perisai dimana di dalamnya terdapat gambar matahari, gunung, laut, pusaka keris, bintang dan pita merah bertuliskan SATYA BUMIPUTRA dengan aksara Jawa.

MAKNA LAMBANG TAMENG SEGARA GIRI
Adapun makna dari masing masing gambar yang ada pada TAMENG SEGARA GIRI adalah :
Matahari
Sebagai tanda atau tetengering wiwitan dimana dalam melaksanakan peribadatannya, warga Satya Bumiputra menghadap ke arah timur (Wetan/Wiwitan) agar selalu mengingat sangkan-paran ing dumadi.
Gunung dan Laut
Gunung dan Laut adalah dua elemen alam yang berbeda namun saling berhubungan, Sebuah penggambaran tentang keseimbangan alam atau harmoni antara daratan dan lautan yang harus dijaga kelestariannya.
Keris
Keris dikatakan dengan manjinge curiga kalawan warangka sebagai simbol Nyawijine Bapa Akasha lan Ibu Bumi atau Nyawijine Jaler lan Wadon. Oleh sebab itu Keris merupakan sarana peribadatan yang sangat penting dan sakral bagi warga Satya Bumiputra.
Bintang
Bintang adalah lambang dari Sila I PANCASILA yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Lambang Bintang menunjukkan bahwa warga Satya Bumiputra melalui sistem kepercayaannya tetap meyakini keberadaan Tuhan sebagai Sang Maha Pencipta.
Pita Merah
Pita Merah bertuliskan SATYA BUMIPUTRA sebagai simbol sebuah ikatan/kelompok/geguyuban dalam rasa kesadaran bersama menjadikan sebuah paguyuban yang setya, bhakti, mituhu lan mitayani.
